Sebuah Tanda Tanya

Di ruang asing itu, kami bercerita tentang hidup, mempersoalkan diri masing-masing. Untuk pertama kalinya, ada yang bercerita sejauh itu denganku. Padahal kami belum lama mengenal.

Di bawah atap yang sama, kami bergurau. Tubuhnya terlentang di sana dan di sini, mencari-cari tempat yang nyaman untuk tidur. Andai saja ia tahu aku ini rasa nyaman. 

Esoknya hidup makin tak wajar. Gelap gulita dan dingin, hujan membasahi permukaan lagi. Aku tak sanggup. Untuk waktu yang lama aku terdiam. Bukan diam yang biasa, tapi berkontemplasi dengan keinginan.

Amarah dan kesedihan, akhirnya mendorongku berkata demikian. Dekap aku. Kami bingung. Dalam belasan menit, aku sudah didekapnya.

Malam itu panjang dan kami bertanya-tanya. Apakah salah? Ah, kami tak tahu. Yang kami tahu tak akan ada yang berubah, bukan begitu?

Ternyata semua salah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s